Mitigasi IQ 'Gorila' Ala Perpustakaan Teras Kita Boyolali

 

Koleksi buku Perpustakaan Teras Kita. (Foto: I.K Nino Sativara)

Cara unik Dyah mengenalkan anak-anak kepada buku, bisa jadi adalah cara mujarab mitigasi IQ penerus bangsa agar tak kesampaian layaknya gorila.

Riuh ramai suara anak-anak tampak dari bilik perpustakaan Teras Kita yang berada di Sawahan, Ngemplak, Boyolali. Buku-buku yang tadinya berbaris rapi di rak tampak mulai terseok miring diserbu anak-anak yang datang mengunjungi rumah baca tersebut.

Dalang di balik hal tersebut adalah Dyah Bodrohini, penggagas sekaligus pemilik rumah baca Teras Kita yang sudah berdiri sejak 2022 lalu. Tempat kecil yang tadinya merupakan ruang tamu rumah pribadi miliknya, disulap menjadi perpustakaan kecil yang perlahan namun pasti mulai memperkaya koleksi-koleksinya.

Awalnya Dyah hanya ingin mengenalkan anaknya dengan buku-buku bacaan, kemudian mencari taman baca dan perpustakaan yang tak jauh dari rumahnya. Namun ketika mencoba menelusuri letak dan lokasinya, ia menemui sejumlah kendala.  “Kalau mencari taman baca di data Perpusda (Perpustakaan Daerah) Boyolali memang banyak, tapi rata-rata tempatnya agak tertutup seperti di dalam rumah pribadi, sehingga kami kalau mau berkunjung agak sungkan,” terangnya.

Dyah kemudian memilih untuk mengajak anaknya berkeliling ke perpustakaan di daerah lain, meski harus menempuh jarak yang jauh dari rumahnya. Dari pengalaman tersebut, muncul rasa ingin mendirikan sebuah taman baca yang nyaman bagi pengunjung, khususnya anak-anak dan remaja.

Dari Satu Kotak hingga 3 Ribu Koleksi

Dyah berkisah perpustakaan Teras Kita bermula hanya dari satu kotak kecil yang berisi selusin buku pribadi. Ia kemudian meminta masukan dari sejumlah komunitas sosial dan kelompok literasi yang ada di Kota Solo untuk mengembangkan perpustakaan tersebut. “Saya sempat meminta masukan dari Mas Krisna di Komunitas Joli Jolan dan ternyata mendapat respon positif, bahkan dukungan buku-buku untuk menambah koleksi,” terangnya.

Untuk meningkatkan jangkauan, Dyah bahkan rela untuk pergi ke sejumlah kota lain seperti Semarang dan Jogja dalam rangka mempelajari pengelolaan perpustakaan lain. Tak berhenti sampai di situ, dukungan dari rekan komunitas melalui sumbangan buku bacaan semakin memperkaya koleksi perpustakaan Teras Kita. Setidaknya hingga Juli 2025 jumlah koleksi sudah mencapai 3.000 buku.

Bukan Sekadar Membaca Buku

Dyah mengungkapkan keprihatinannya terhadap pendidikan anak usia dini yang semakin jauh dari aktivitas literasi maupun bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Menurutnya, banyak orangtua yang memberikan gawai terlalu dini bagi anak-anak mereka sehingga imajinasi dan dunia bermain anak semakin sempit.

Berdasarkan data PISA (Programme for International Student Assesment) sebuah studi lintas negara yang melakukan pengujian terhadap kualitas pendidikan suatu negara menyebut tingkat literasi masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Pada 2022 lalu, Indonesia berada di peringkat 12 terbawah dari 80 negara yang diteliti PISA.

Melalui perpustakaan yang ia rintis, Dyah bersemangat untuk menciptakan ruang bermain sembari meningkatkan kegemaran membaca bagi anak-anak dan remaja. “Kegiatan kami nggak cuma belajar membaca, di sini ada beberapa program kegiatan seperti bermain permainan tradisional, permainan motorik halus dan sensorik untuk anak-anak, baru kita bawa mereka dengan cara membacakannya dulu. Jadi seperti mendongeng,” ujar dia.

Ia menyebut bahwa buku harus ditampilkan sebagai sesuatu yang unik dan menarik bagi anak-anak, bukan seperti buku pelajaran yang membosankan. Untuk menangkal hal tersebut, Dyah selalu mengajak anak-anak yang berkunjung dengan cerita bergambar sembari bermain.

Dyah mengaku tidak pernah berpikir untuk berada di tahap tersebut. Kini, ia sering diundang menjadi fasilitator di sekolah-sekolah untuk ikut menebarkan virus gemar membaca. Ia berharap perpustakaan Teras Kita dapat menjadi rumah baca yang nyaman, menyenangkan, sekaligus memberikan pondasi pendidikan literasi bagi anak usia dini dan remaja.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama